Saeid Eztolahi, Pemuda Iran yang Dididik di Rusia dan Spanyol

Saeid Eztolahi, Pemuda Iran yang Dididik di Rusia dan Spanyol


Agen bola terpercaya menuturkan bahwa Iran memang kalah melawan Spanyol di laga kedua Grup B Piala Dunia 2018, kekalahan tersebut dinilai dramatis sebab sebetulnya Iran dapat mengimbangi permainan Spanyol. 1 gol yang diciptakan Saeid Ezatolahi dianulir wasit lewat tinjauan VAR. Walau begitu, kekalahan Iran membuat performa mereka mendapat pujian dari banyak orang. Ezatolahi juga jadi sorotan pada pertandingan itu. Menurut catatan agen bola terpercaya, dia mencatatkan statistik 77% umpan sempurna, 3 intersep, dan 5 sapuan. Penampilan gelandang bertahan ini kembali mencuatkan julukan ‘Pogba asal Persia’ yang sempat diberikan padanya. Ezatolahi memang dinilai seorang wonderkid terbaik didikan Iran dari tahun 2010. Terlebih lagi dia sempat bergabung dengan Atletico Madrid junior.

Berbagai aksi gemilangnya saat masih ada di akademi sepakbola Malavan menarik perhatian Atletico. Agen bola SBOBET menuturkan, selepas performanya yang sangat menjanjikan di ajang Piala Dunia U17 pada Oktober 2013 silam, beberapa tim Eropa menyatakan minatan kepada Ezatolahi. Pada Agustus 2014, akhirnya Ezatolahi menandatangani kontrak setahun dengan Atletico Madrid. Dia memiliki opsi perpanjangan kontrak 4 tahun bila tampil mengesankan di musim 2014. Sayangnya, Atletico hanya mempercayai Ezatolahi untuk dapat tampil dalam skuat junior Atletico. Ezatolahi bergabung ke klub Juvenil (umur 17 tahun) demi membela Atletico Madrid yang bertanding di Liga UEFA Youth League dan Division de Honor Juvenil Futbol.

Agen Bola Terpercaya Yakin Saaed Ezatolahi Suatu Saat Nanti Bisa Bermain Bersama Atletico Madrid

Agen bola online menjelaskan, meskipun sempat menciptakan beberapa gol pada kedua turnamen usia jinor itu, pelatih foto iran vs spanyolkepala Atletico, Diego Simeone nyatanya masih belum tertarik untuk memberikan Saaed Ezatolahi promosi ke skuat utama. Sebetulnya Atletico B menawarkan kontrak pada Ezatolahi, namun si pemain justru memilih hengkang ke Rusia demi bergabung dengan Sardar Azmoun, seniornya dalam timnas Iran. Dia kemudian bergabung dengan FC Rostov dengan masa bakti 4 musim. Tapi, karena terganggu visa, Ezatolahi tidak dapat bermain sampai Januari 2016. Dia kemudian menjalani debut pertamanya bersama Rostov pada Mei 2016 dari kemenangan lawan Dynamo Moscow dengan skor 3-1. Tapi, karena mungkin dinilai terlalu muda, pada bulan Februari 2017 lalu Ezatolahi dipinjamkan ke Anzhi Makhachakala, tim Liga Primer Rusia lainnya.

Berhasil mengantarkan Anzhi terhindar dari jeratan degradari kasta teratas Liga Rusia, Ezatolahi nyatanya masih belum mendapat kepercayaan membela skuat inti FC Rostov. Dia masih belum menyerah untuk mengejar kesempatan jadi pemain utama di sepakbola Eropa. Dia kemudian kembali dipinjamkan menuju FC Amkar sampai akhir musim lalu. Menurut agen bola terpercaya, meskipun belum bia dibilang sukses serta membela tim besar Eropa, para pecinta sepakbola (khususnya sepakbola Iran) harus ingat bahwa Ezatolahi baru menginjak umur 22 tahun pada September 2018 mendatang. Pencetak gol termuda di sejarah tim nasional Iran (19 tahun 41 hari di November 2015) itu dijamin bakal kembali jadi bidikan tim-tim Eropa selepas Piala Dunia 2018 berakhir.


Jam offline bank BCA

  • Senin - Jumat : 20.30 - 00.30 WIB
  • Sabtu : 18.00 - 21.00 WIB
  • Minggu : 01.00 WIB - Tidak ditentukan
  • Akhir Bulan : Tidak ditentukan karena proses tutup buku BCA.

Jam offline bank Mandiri

  • Senin - Jumat : 22.45 - 05.00 WIB
  • Sabtu - Minggu : 22.00 WIB - Tidak ditentukan
  • Akhir Bulan : 22.00 WIB - Tidak ditentukan

Jam offline bank BNI

  • Online 24 jam kecuali maintenance
  • Hindari melakukan transaksi pada waktu pergantian hari.

Jam offline bank BRI

  • Setiap hari : offline dari pukul 23.30 WIB - 06.00 WIB