Furbizia Italia  Tumbangkan Australia

Furbizia Italia Tumbangkan Australia


Agen sbobet terpercaya mewartakan setiap Italia bertanding, ada sebuah ciri khas mereka bernama Furbizia. Untuk tim lawan, Furbizia merupakan perbuatan culas, tak tahu malu, brengsek, dan menghalalkan semua cara. Tapi untuk tifosi Italia, Furbizia tidak ubahnya dengan seni nilai tinggi. Suatu perlakukan tanduk diatas lapangan yang penuh tipu muslihat seperti keahlian pesulap, penuh trik namun sah dalam pertandingan. Salah satu kejadian yg sangat sulit dihilangkan ialah kejadian tanggal 27 Juni 2006. Saat itu Italia dan Australia saling berhadapan di laga Piala Dunia babak 16 besar.

Agen sbobet terpercaya memberitakan semenjak wasit memulai laga, baik Italia maupun Australia berupaya membombardir pertahanan masing-masing lawan. Tapi Italia terlihat lebih dominan. Meski demikian, beberapa peluang Italia selalu gagal karena mandulnya Luca Toni dan Alberto Gilardino di lini depan. Untungnya Australia tidak bisa memanfaatkan situasi untuk mencetak gol pembuka. Hasilnya, paruh pertama berakhir dengan skor tanpa gol. Pada menit ke 50, Italia justru kehilangan sosok Marco Materazzi. Bek sentral jangkung itu mendapat kartu merah oleh wasit karena melanggar Bresciano didekat area pinalti.

Agen bola melaporkan sampai menit 90, masih belum ada satu gol terjadi pada pertandingan ini. kenyataan itu membuat masing-masing tim menjalani babak perpanjangan waktu. Italia justru khawatir jika memeras keringat lebih lama sebab selain bermain dengan 10 pemain, Marcelo Lippi telah menghabiskan semua jatah pemain pengganti. Berada pada kondisi terjepit, Italia langsung mengeluarkan jurus sakti furbizia untuk menamatkan perjalanan Australia pada menit-menit akhir. Bek kiri Italia, fabio Grosso, melakukan tusukan sisi kanan pertahanan Australia. Dalam tempo singkat, Grossi memperlihatkan ‘skillnya’. Alih-alih lepas dari gangguan pemain Australia, Grosso justru memaksimalkan situasi itu dengan mengaitkan kakinya pada punggung lawan sambil menjatuhkan badannya.

Agen Bola Terpercaya Berpendapat Furbizia Ialah Perlakuan Tidak Terpandang.

Agen sbobet terpercaya memberitakan melihat kejadian tersebut, wasit terkena tipu muslihat serta menunjuk titik putih. Hasilnya, pemain Australia melakukan protes. Tapi wasit memilih tetap memberi hadiah tendangan pinalti pada Italia. Francesco Totti maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan Totti menuju ke sisi kiri akhirnya berujung gol sebab tidak bisa dihalau oleh penjaga gawang Mark Schwarzer. Di menit ke 95, papan skor di Fritz Water Stadium berubah untuk pertama kali.

Agen bola terpercaya mewartakan tidak lama kemudian, wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir sehingga Italia berhasil lolos babak perempat final. Sedangkan Australia terpaksa angkat koper lebih cepat. Sampai sekarang, tindakan Grosso pada menit-menit akhir laga masih dinilai pendukung Australia seperti tindakan iblis. Sebaliknya, tifosi Italia akan mengenang furbizia seperti tindakan suci malaikat. Suatu ciri khas yang bakal selalu para pecinta sepakbola dapati dari para gladiator sepakbola dari Italia.


Jam offline bank BCA

  • Senin - Jumat : 20.30 - 00.30 WIB
  • Sabtu : 18.00 - 21.00 WIB
  • Minggu : 01.00 WIB - Tidak ditentukan
  • Akhir Bulan : Tidak ditentukan karena proses tutup buku BCA.

Jam offline bank Mandiri

  • Senin - Jumat : 22.45 - 05.00 WIB
  • Sabtu - Minggu : 22.00 WIB - Tidak ditentukan
  • Akhir Bulan : 22.00 WIB - Tidak ditentukan

Jam offline bank BNI

  • Online 24 jam kecuali maintenance
  • Hindari melakukan transaksi pada waktu pergantian hari.

Jam offline bank BRI

  • Setiap hari : offline dari pukul 23.30 WIB - 06.00 WIB